·Di sebelah timur Ho – ling terletak
P’oli dan bahwa negeri Da – pa – tau terletak disebelah selatan Kamboja.
·Penduduknya
menulis di atas daun Patra (rontal)
·Di
dalam berita Cina dikatakan bahwa mayat orang Da – pa – tau diberi bekal
berupa perhiasan (emas) dan dibakar.
·Prasasti
Bali yang tertua berangka tahun 804 S (882 M) isinya : pemberian izin
kepada para biksu dan pendeta agama Buddha untuk membuat pertapaan di
bukit Cintamani.
·Prasasti
berangka tahun 818 S (896 M) dan nama Raja.
·Prasasti
yang ditemukan di desa Blanjong, dekat Sanur *Permukaan prasasti ditulis sebagian
dengan huruf Nagari (huruf India) dan sebagian dengan huruf Bali kuno,
sedangkan bahasanya menggunakan bahasa sansekerta. Angka berupa Candra
Sangkala dan berbunyi“Khecarawahni – Murti artinya tahun 836 S (914 M).
2. BERDIRINYA KERAJAAN BALI
Pusat
Kerajaan Bali pertama di Singhamandawa.
·Raja
pertama Sri Ugranesa.
·Beberapa
prasasti yang ditemukan tidak begitu jelas menggambarkan
bagaimana pergantian diantara 1 keluarga raja dengan keluarga raja yang
lain.
·Prasasti
yang ditemukan di Jawa Timur hanya menerangkan bahwa Bali pernah dikuasai
Singasari pada abad ke – 10 & Majapahit abad ke – 14.
3.SISTEM KEPERCAYAAN
Menyembah
banyak dewa yang bukan hanya berasal dari dewa Hindu & Buddha tetapi
jugadari kepercayaan animisme mereka.
4.MATA PENCAHARIAN
·Bercocok
tanam
·Peternakan
& berburu
·Pedagangan
a. Penyebab Kejayaan
·Naik
tahtanya Dharmodayana. Pada masa pemerintahnnya, sistem pemerintahan Kerajaan
Bali semakin jelas.
·Perkawinan
antara Dharma Udayana dengan Mahendradata yang merupakan putri dariraja
Makutawangsawardhana dari Jawa Timur, sehingga kedudukan Kerajaan Bali
semakinkuat.
b. Penyebab Kemunduran
·Patih
Kebo Iwa yang berhasil dibujuk untuk pergi ke Majapahit, sesampainya di
Majapahit Kebo Iwa dibunuh.
·Patih
Gajah Mada yang berpura-pura menyerah dan minta diadakan perundingan diBali,
lalu ia menangkap raja Bali yaitu Gajah Waktra sehingga kerajaan Bali berada di
bawah kekuasaan Majapahit.
Menurut Naskah Wangsakerta dari
Cirebon, sebelum berdiri sebagai kerajaan yang mandiri, Sunda merupakan bawahan
Tarumanagara. Raja Tarumanagara yang terakhir, Sri Maharaja Linggawarman
Atmahariwangsa Panunggalan Tirthabumi (memerintah hanya selama tiga tahun, 666-669 M), menikah
dengan Déwi Ganggasari dari Indraprahasta. Dari Ganggasari, beliau memiliki dua
anak, yang keduanya perempuan. Déwi Manasih, putri sulungnya, menikah dengan
Tarusbawa dari Sunda, sedangkan yang kedua, Sobakancana, menikah dengan
Dapuntahyang Sri Janayasa, yang selanjutnya mendirikan kerajaan
Sriwijaya. Setelah Linggawarman meninggal, kekuasaan Tarumanagara
turun kepada menantunya, Tarusbawa. Hal ini menyebabkan penguasa Galuh,
Wretikandayun (612-702) memberontak. Wretikandayun
menuntut kepada Tarusbawa supaya bekas kawasan Tarumanagara dipecah dua. Dalam
posisi lemah dan ingin menghindarkan perang saudara, Tarusbawa menerima
tuntutan Galuh. Dalam tahun 670 M Kawasan Tarumanagara dipecah menjadi dua
kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai
batas.
2.Kehidupan
Masyarakat
a.Masyarakat Ladang
Kelompok masyarakat berdasarkan ekonomi dapat terbagi
menjadi pangalasan (orang utas), jurulukis (pelukis), pande dang (pandai
tembaga), pande mas (pandai mas), pande glang (pandai gelang), pande wesi
(pandai besi), guru wida madu wayang (pembuat wayang), kumbang gending (penabuh
atau pembuat gamelan), tapukan (penari), banyolan (badut), pahuma (peladang),
rere angon (pengembala)dllSemua kelompok masyarakat tersebut melaksanakan darma
dan tugas masing-masing sesuai dengan fungsinya.
Kerajaan Sunda adalah sebuah negara yang umumnya hidup
dari pertanian , terutama dari perladangan. Yang terbukti dari sumber-sumber
berita baik tertulis maupun lisan, diantaranya dalam cerita parahyangan. Pada
umumnya manusia ladang bertempat tinggal di ladangnya masing-masing, sehingga
mereka hidup terpencil dari peladang lain yang menjadi tetangganya.
b.Agama dan Budaya
Agama dan budaya yang berkembang di kerajaan Sunda sangat
identik dengan kebudayaan hindu. Pengaruh hindu ini rupanya cukup kuat,
sehingga di dalam naskah sawakandarma yang juga disebut serat dewabuda
yang berasal dari tahun 1357 kasa atau 1435 M, masih kita temukan nama-nama
para dewa agama hindu seperti Brahma, Wisnu, dan lain-lain.
Sementara hasil kebudayaan yang berkembang pada masa
itu diantaranya seni sastra, lukis, ukir, gamelan, dan sebagainya.
SIAàSIMàSistem operasi perkantoranàSistem Penunjang KeputusanàSistem Pakar
A. Pendahuluan
Latar
Belakang
Sistem Informasi Manajemen(management
information system atau sering di kenal dengan singkatannya MIS) merupakan
penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung
informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen.
SIM(sistem
informasi manajemen)dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari interaksi
sistem-sistem informasi yang bertanggung jawab mengumpulkan dan mengelola data
untuk menyediakan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen di
dalam kegiatan perencanaan dan pengendalian.
Secara teori,computer tidak harus
digunakan didalam SIM,tetapi kenyataannya tidaklah mungkin SIM yang komplek
dapat berfungsi tanpa melibatkan elemen komputer.bahwa SIM selalu berhubungan
dengan pengolahan informasi yang didasarkan pada computer(computer-based information processing).
Pembahasan
Pengertian evaluasi
CBIS
Evaluasi SIM adalah
mendefinisikan seberapa baik SIM dapat beroperasi padaorganisasi yang menerapkannya
untuk memperbaiki prestasi dimasa mendatang.Evaluasi SIM dapat dilakukan dengan
cara berbeda-beda tergantung dari tujuan evaluasi.Evaluasi SIM dapat dilakukan
oleh salah satu dari :
Tim audit
khusus
Tim audit
internal
Organisasi
konsultasi
Evaluasi dapat dilakukan pada
serangkaian tingkat yang berbeda yaitu :
- Evaluasi sistem informasi
secara menyeluruh
- Evaluasi sistem perangkat
keras/ perangkat lunak
- Evaluasi Aplikasi
Yang perlu diperhatikan, bahwa
proses evaluasi bukan hanya menitik beratkan pada penentuan kelemahan dan
keunggulan SIM saja, tetapi lebih dari itu adalah pada usaha-usaha perbaikan
yang perlu dilakukan. Tujuan evaluasi SIM adalah sebagai berikut :
- Menilai kemampuan teknis SIM
- Menilai pelaksanaan operasional
SIM
- Menilai pendayagunaan SIM
Evaluasi fungsi SIM adalah
meliputi hal-hal sebagai berikut :
- Evaluasi sistem perangkat
keras/ perangkat lunak yang masih berlaku.
- Evaluasi sistem perangkat
keras/ perangkat lunak baru atau pengganti
- Evaluasi aplikasi SIM
- Penghitungan manfaat secara
kuantitatif dari aplikasi SIM
- Analisis biaya manfaat dari
alternatif disain SIM
1) Evaluasi Perangkat
Keras/Perangkat Lunak yang Masih Berlaku
Tujuan evaluasi perangkat keras/
perangkat lunak SIM yang masih berlaku adalah menentukan hal-hal sebagai
berikut :
a) Apakah ada sumber daya baru
yang diperlukan
b) Apakah ada sumber daya
perangkat keras/ lunak baru yang diperlukan
c) Apakah pengaturan kembali akan
memperbaiki daya guna
d) Apakah tambahan sumber daya
akan memperbaiki ketepat gunaan sistem
2) Evaluasi Perangkat
Keras/Perangkat Lunak Baru atau Pengganti
Pendekatan umum yang dapat
dilakukan pada evaluasi sistem perangkat keras/lunak baru atau pengganti adalah
terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut :
a) Studi kelayakan
Studi kelayakan merupakan suatu
studi yang dilaksanakan untuk penyelidikan sistem yang ada, menilai kebutuhan
sistem perangkat keras/ lunak baru atau pengganti, menilai biaya efektifitas
sistem yang diusulkan, dan menilai dampak sistem yang diusulkan pada
organisasi.
b) Penyiapan spesifikasi dan
penawaran
Pedoman spesifikasi merupakan
suatu daftar kebutuhan yang secara spesifik merumuskan apa yang haru dikerjakan
oleh sistem perangkat keras/ lunak.Penawaran diperlukan karena umumnya beberapa
pensuplai akan menyampaikan penawaran-penawaran yang perlu dipertimbangkan
secara kuantitatif, kualitatif, dan subyektif.
3) Evaluasi Aplikasi Sistem
Informasi
Suatu aplikasi sistem informasi
dapat dievaluasi menurut beberapa ukuran, yaitu
sebagai berikut :
a) Kelayakan Teknis (Technical
Feasibility)
b) Kelayakan Operasional
(Operational Feasibility)
c) Kelayakan ekonomis (Economic
Feasibility)
d) Kelayakan hukum (Legal
Feasibility)
e) Kelayakan Jadwal (Schedule
Feasibility)
Sub Sistem dari Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sub sistem dari CBIS adalah :
1. Sistem Informasi Akuntansi
2. Sistem Informasi Manajemen
3. Sistem Pendukung Keputusan
4. Automasi Kantor (Virtual Office)
5. Sistem Pakar
SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)
SIA adalah sistem informasi yang melaksanakan
aplikasi akuntansi perusahaan, yaitu sebagai pengolah data perusahaan,
Perusahaan tidak dapat memilih untuk menggunakan SIA atau tidak, sistem ini
merupakan keharusan. Semua perusahaan pada dasarnya melaksanakan prosedur-prosedur
yang sama. SIA lebih berorientasi pada data dibanding pada informasi, walaupun
ada beberapa informasi yang dihasilkan. SIA menyediakan database bagi sisten
informasi lain.
SIA adalah satu-satunya sistem
informasi yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar
perusahaan, meyediakan informasi untuk seluruh lingkungan kecuali pesaing.
Tugas utama sistem informasi ini
adalah:
• Pengumpulan data
• Manipulasi data
• Penyimpanan data
• Menyediakan dokumen
Pengumpulan Data
Setiap tindakan yang dilakukan oleh
perusahaan yang melibatkan elemen lingkungan maka kegiatan tersebut disebut
dengan transaksi, tindakan tersebut dijelaskan dengan sebuah catatan data,
pencatatan ini dikenal dengan istilah pengolahan transaksi. Sistem pengolahan
data mengumpulkan data yang menjelaskan setiap tindakan internal perusahaan dan
transaksi lingkungan perusahaan.
Manipulasi Data
Adalah tugas yang berupa pengubahan
data menjadi informasi. Manipulasi data meliputi:
• Classification, identifikasi dan pengelompokan data menggunakan pengkodean
terhadap catatan transaksi.
• Sorting, penyusunan sesuai urutan tertentu berdasarkan kode atau elemen data
lainnya.
• Calculating, operasi aritmetika dan logika yang dilakukan pada eleem data.
• Summarizing, penyimpulan data sehingga dihasilkan total, rata-rata dan
lain-lain.
Penyimpanan Data
Data yang telah dicatat kemudian
disimpan dalam media penyimpanan sekunder, dan diintegrasikan secara logis
dalam bentuk database.
Penyediaan Dokumen
SIA menghasilkan informasi untuk
individu atau organisasi baik didalam maupun diluar perusahaan, yang dipicu
oleh dua hal, yaitu:
• Tindakan, yaitu output yang dihasilkan jika terjadi sesuatu.
• Waktu, yaitu output yang dihasilkan pada saat tertentu.
Karakteristik SIA
• Melaksanakan tugas yang diperlukan.
• Berpegang pada prosedur yang relatif standar.
• Menangani data yang rinci.
• Berfokus pada historis.
• Menyediakan informasi pemecahan masalah minimal.
Peran SIA Dalam CBIS
• SIA menghasilkan beberapa
output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar.
• SIA menyediakan database yang lengkap untuk digunakan dalam pemecahan
masalah.
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
Adalah
suatu sistem berbasis database komputer yang menyediakan informasi bagi
beberapa pemakai dengan kebutuhan yang serupa. Para pemakai biasanya membentuk
suatu entitas formal perusahaan atau subunit dibawahnya,Sumber daya SIM Informasi
menjelaskan perusahaan atau salah satu sistem perusahaan tentang apa yang telah
terjadi di masa lalu, apa yang sedang terjadi sekarang, dan apa yang mungkin
terjadi di masa yang akan datang. Informasi tersebut tersedia didalam laporan
periodik, laporan khusus, dan hasil simulasi matematika, output informasi
tersebut digunakan manajer saat mereka membuat keputusan untuk pemecahan
masalah.
Semua informasi tersebut memiliki
karakteristik yang sama untuk bidang area fungsional (marketing, manufaktur,
sdm, dan keuangan), level manajemen (operational, manajerial, dan strategis),
dan user (manajer atau non manajer) SIM informasi memperoleh data dari
database, dimana database tersebut berisi data dan informasi dari SIA dan dari
lingkungan.
Suatu SIM bisa juga merupakan suatu sistem informasi antar organisasi (IOS)
jika SIM terkoneksi dengan SIM pada perusahaan lain misalnya dengan Suplier.
SIM dan SIA
SIM menggunakan data yang disediakan
SIA dalam database, dan informasi lain yang berasal dari lingkungan. Isi dari
database tersebut digunakan oleh software untuk membuat laporan periodik dan laporan
khusus, serta model matematika untuk mensimulasikan aspek operasi perusahan,
Berbeda dengan SIA, SIM tidak berkewajiban menyediakan informasi bagi
lingkungan.
SIM & EntIS
SIM akan terbentuk secara utuh jika
semua sistem informasi organisasi telah terbentuk dan terkoneksi satu sama
lain. Data dan informasi disimpan dalam satu database yang sama dan dapat
dipergunakan pada area fungsional yang lain. SIM merupakan dasar terbentuknya
sistem informasi yang lebih canggih dan kompleks yang baru berkembang dalam
beberapa tahun terakhir, yaitu Sistem Informasi Perusahaan dikenal juga dengan
nama Enterprise Information System (EntIS)
Software Pembuat Laporan
Software pembuat laporan adalah
perangkat lunak yang digunakan untuk menghasilkan laporan periodik dan laporan
khusus. Dari bentuknya laporan periodik dan laporan khusus mungkin terlihat
sama. Perbedaan terdapat dari timeliness dan time horizon.Laporan periodik
disiapkan sesuai jadwal tertentu, SIM periode awal terbatas pada penyediaan
laporan periodik saja, tetapi hal ini menjadi sukar diterima ketika SIM telah
menerapkan HRIS dan EIS.
Laporan khusus disediakan jika terjadi sesuatu yang luar biasa, sepertl laporan
kecelakaan di manufaktur, atau laporan tertentu yang diperoleh dari query
database. Laporan khusus biasanya mengambarkan sesuatu yang sedang terjadi atau
baru saja terjadi, berbeda dengan laporan periodik yang lebih berorientasi pada
masa lalu atau apa yang telah terjadi.Laporan bisa juga merupakan gabungan dari
laporan periodik dan laporan khusus, misalnya untuk membandingkan pendapatan
pada saat ini dengan laporan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laporan
seperti ini disebut dengan Management by exception.
Management by exception dapat dimasukan kedalam laporan dalam empat cara
yaitu:
• Laporan jika terjadi pengecualian, seperti pada contoh berikut, data yang
ditampilkan hanya untuk data lembur saja.
• Laporan menggunakan urutan untuk menonjolkan suatu pengecualian. Laporan
berikut memperlihatkan komoditas mana yang memiliki nilai penjualan terbesar
sampai terkecil.
• Laporan berdasarkan pengelompokan suatu pengecualian. Laporan dirancang
sehingga manajer dapat mencari perkekecualian pada area tertentu, misalnya jika
dia ingin melihat piutang yang berumur lebih dari 90 hari.
• Laporan yang menunjukan variansi dari normal, misalnya laporan yang ingin
menunjukan berapa perbedaan antara arget penjualan dan penjualan sebenarnya.
Model Matematika
Jenis software SIM kedua berbentuk model
matematika. Model matematika dapat dikategorikan dalam tiga karakteristik yaitu
pengaruh waktu, tingkat keyakinan, dan kemampuan optimisasi. Model matematika
berdasarkan pengaruh waktu dapat dibedakan menjadi model statis atau dinamis,
model dinamis memiliki variabel waktu, sehingga hasil simulasi akan berdasarkan
pada periode analisisnya. Model matematika berdasarkan tingkat keyakinan,
mencakup model deterministik atau model probabilistik. Model deterministik
adalah model yang hasilnya akan diketahui dengan pasti jika nilai
variabel-variabel yang membentuknya diketahui. Model probabilistik akan
menghasilkan kemungkinan-kemungkinan walaupun variabel yang membentuknya
diketahui dengan pasti.
Model berdasarkan kemampuan optimasi
dibedakan menjadi model optimasi atau suboptimasi. Model optimasi adalah model
yang dapat memilih solusi terbaik dari berbagai alternatif, untuk mencapai
model ini masalah harus memiliki struiktur yang sangat baik. Model
suboptimasidisebut juga model satisficing model, memungkinkan manajer memasukan
serangkaian keputusan dan model akan memproyeksikan hasilnya, model ini tidak
mengidentifikasi keputusan terbaik melainkan membantu manajer memutuskan hal
itu.
Model EOQ adalah model yang memiliki karakteristik statis, deterministik, dan
optimasi.
Kelebihan dan Kelemahan Model Matematika
Seorang manajer yang menggunakan model matematika akan memperoleh keuntungan:
• Pembuatan model merupakan pengalaman belajar.
• Kecepatan simulasi menyediakan kemampuan untuk mengevaluasi dampak keputusan
secepat mungkin dibanding menunggu setelah keputusan dibuat.
• Model menyediakan daya prediksi yang tidak dapat disediakan oleh metode
penghasil informasi lain.
• Model lebih murah dari pada metode trial and error. Pembuatan model memang
mahal tetapi tidak artinya dibanding dampak dari keputusan yang buruk.
Kelemahan utama penggunaan model matematika:
• Tingkat kesulitan yang tinggi dalam pembuatan model sistem bisnis sering
menghasilkan tidak mencakup semua faktor yang mempengaruhi. Hilangnya faktor
dominan akan sangat mempengaruhi kualitas informasi yang dihasilkannya.
• Dibutuhkan tingkat keahlian matematik yang tinggi untuk mendapatkan model
yang tepat. Identifikasi faktor secara lengkap tidak akan berguna jika pemodel
tidak memiliki kemampuan untuk menghubungkannya dengan operator-operator
matematika yang tepat.
Output Model
Simulasi model dapat disajikan dalam dua bentuk tampilan output yaitu:
• Output tabel, yaitu output berupa tampilan huruf dan angka yang digunakan
jika semua data perlu ditampilkan.
• Output Grafik, muncul setelah era komputer WYSIWYG, di rintis oleh Lotus dam
Microcomputer. Kini tampilan grafik menjadi suatu fiturt wajib yang harus
disediakan sistem informasi.
Grafik memiliki kemampuan untuk:
• Menyimpulkan dengan cepat
• Mendeteksi trend dari waktu ke waktu.
• Meramalkan suatu kejadian.
• Mencari gambaran sederhana dari suatu situasi.
Memilih grafik yang baik menurut Jarvenpaa & Dicson adalah:
• Diagram garis/batang, digunakan untuk menyimpulkan data.
• Diagram garis/batang berkelompok, untuk melihat trend.
• Diagram batang berkelompok lebih baik dari pie chart, untuk menyajikan
bagian-bagian dari suatu keseluruhan.
• Diagram garis/batang berkelompok, baik untuk membandingkan berbagai pola
variabel dibanding diagram garis/batang bertumpuk.
• Gunakan batang horisontal dari pada batang vertikal saat membandingkan
berbagai variabel.
• Tempatkan nilai pada ujung batang horisontal untuk memudahkan pembacaan.
• Gunakan garis tunggal atau batang untuk membandingkan titik-titik data
individual antara variabel. SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (Decision Support System)
Dalam upaya memecahkan masalah seorang problem solver akan banyak membuat
keputusan. Keputusan harus diambil untuk menghindari atau mengurangi dampak
negatif atau untuk memanfaatkan peluang.
Keputusan terbagi menjadi:
• Keputusan terprogram, bersifat berulang dan rutin.
• Keputusan tak terprogram, bersifat baru dan tidak terstruktur, tidak ada
metode pasti untuk menanganinya karena belum pernah terjadi sebelumnya.
Manajer melakukan empat tahap pengambilan keputusan, yaitu:
• Kegiatan Intelejen, mengamati lingkungan untukmencari kondisi yang perlu
diperbaiki.
• Kegiatan Merancang, menemukan, mengembangkan, dan menganalisis berbagai
alternatif tindakan yang mungkin.
• Kegiatan Memilih, memilih salah satu rangkaian tindakan diantara alternatif.
• Kegiatan Review, menilai pilihan-pilihan yang lalu.
Jenis DSS
Jenis pertama hanya memungkinkan manajer mengambil elemen keputusan, seperti
bertanya berapa jumlah penjualan wilayah X.
• Jenis kedua menungkinkan memperoleh laporan khusus dari suatu file, misalnya
laporan persediaan.
• Jenis ketiga memungkinkan manajer mendapat laporan yang berasal dari berbagai
file, seperti laporan laba rugi.
• Jenis keempat memungkinkan manajer melihat dampak-dampak berbagai keputusan.
Misalnya perubahan harga produk dan implikasinya terhadap keuntungan.
• Jenis kelima memungkinkan manajer menerima usulan keputusan, misalnya
memperolah harga jual optimal yang diproleh dari sebuah model matematika.
• Jenis keenam adalah DSS yang mampu memberikan keputusan, misalnya komputer
yang memutuskan besarnya premi untuk nasabah berusia dibawah 25, bekerja di
Trans Am, Tinggal Di Houston dll.
Tiga DSS pertama cukup dengan menggunakan database query, sedangkan tiga
terakhir harus menyertakan model matematika.
Tujuan DSS
• Membantu manajer membuat keputusan untuk pemecahan masalah semi terstruktur.
• Mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya.
• Meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer dari pada
efisiensinya. SISTEM PAKAR (ES)
Sistem pakar (Expert System) adalah
sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial
Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia. Sistem pakar mirip dengan DSS
yaitu bertujuan menyediakan dukungan pemecahan masalah tingkat tinggi untuk
pemakai. Perbedaan ES dan DSS adalah kemampuan ES untuk menjelaskan alur
penalarannya dalam mencapai suatu pemecahan tertentu. Sangat sering terjadi
penjelasan cara pemecahan masalah ternyata lebih berharga dari pemecahannya itu
sendiri.
Karakteristik Sistem Pakar
• Memiliki kemampuan belajar atau memahami masalah dari pengalaman.
• Memberikan tanggapan yang cepat dan memuaskan terhadap situasi baru.
• Mampu menangani masalah yang kompleks (semi terstruktur).
• Memecahkan masalah dengan penalaran.
• Menggunakan pengetahuan untuk menyelasaikan masalah.
Bagian Sistem Pakar
User Interface, adalah bagian yang memungkinkan manajer mamasukan instruksi dan
informasi kedalam dan menerima informasi dari sistem pakar.
1. Input terdapat empat metode yaitu
• Menu
• Commands
• Natural Languange
• Customized Interfaces
2. Output Sistem Pakar , antara lain:
• Penjelasan dari pertanyaan
• Penjelasan dari penyelesaian masalah
3. Knowledge Base, adalah bagian yang memuat fakta-fakta yang menjelaskan area
masalah, dan juga teknik menerangkan masalah yang menjelaskan bagaimana
fakta-fakta tersebut cocok satu dengan yang lain dalam urutan yang logis.
Istilah problem domain digunakan untuk menjelaskan area masalah.
4. Interference Engine, adalah bagian dari sistem pakar yang melakukan
penalaran dengan menggunakan isi knowledge base berdasarkan urutan tertentu.
Selama konsultasi, interference engine menguji aturan-aturan satu persatu dan
ketika kondisi benar naka satu tindakan diambil.
5. Development Engine, adalah alat yang digunakan untuk menciptakan sistem
pakar, dalam hal ini dua alat yang biasa digunakan adalah bahasa pemrograman
dan ES shell.
Contoh Sistem Pakar
• XSEL, Sistem pakar yang bertindak sebagai asisten penjual di agen penjualan
komputer DEC, yang membantu pelanggan memilih komputer yang sesuai dengan
kebutuhannya.
• MYCIN, Sistem pakar yang dikembangkan di Stanford University tahun 19870-an
dengan tujuan membantu petugas medis dalam mendiagnosa penyakit yang disebabkan
bakteri.
• PROSPECTOR, Sistem yang diciptakan Richard Duda, Peter Hard, dan Rene Reboh
tahun 1978 yang menyediakan kemampuan seorang ahli geologi.
AUTOMASI KANTOR (OA)
Automasi kantor kini disebut dengan istilah kantor virtual, mencakup semua
sistem elektronik formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi
informasi ke dan dari orang –orang didalam maupun diluar perusahaan. Pengguna
OA dibagi menjadi empat kategori yaitu:
• Manajer, yang bertanggung jawab dalam mengelola sumber daya perusahaan.
• Profesional, tidak mengelola tetapi menyumbangkan keahlian khusus yang
membedakan mereka dengan sekretaris dan pegawai administrasi.
• Sekretaris, ditugaskan untuk membantu pekerja terdidik (Manajer &
Profesional) untuk melaksanakan berbagai tugas korespondensi, menjawab telepon,
dan mengatur jadwal pertemuan.
• Pegawai Administrasi, melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris, seperti
mengioperasikan mesin fotokopi, menyususn dokumen, menyimpan dokumen, dan
mengirim surat.
Kesimpulan
dalam era globalisasi ini kita harus bias
mengetahui adanya Evolusi system informasi manajemen berdasarkan CBIS jaman
sekarang ini ,yang mempunyai banyak peranan dalam kehidupan sehari hari
,khususnya dalam bidang basis computer system. Sistem informasi manajemen
merupakan sebuah system informasi yang memiliki integrasi antar sub systemnya.